Source: KOMPAS.com

Date: 23 March 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperingati Hari Air Dunia (HAD) ke-29 dengan menggelar penanaman pohon serentak sebanyak 66.625 bibit di seluruh Indonesia, Senin (22/3/2021).

Adapun puncak peringatan acara tersebut dipusatkan di Bendungan Sindangheula, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Sementara, penanaman pohon di wilayah lain di Indonesia dilakukan melalui balai-balai milik Kementerian PUPR. Gerakan tersebut sekaligus membuktikan komitmennya untuk ikut serta mengonservasi sumber daya air dan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Sebagai informasi, gerakan menanam dilakukan di area yang menjadi tempat sejumlah infrastruktur Kementerian PUPR berada, seperti infrastruktur sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan perumahan. Dengan begitu, infrastruktur tetap berfungsi bagi masyarakat. Kondisi lingkungan di sekitar infrastruktur pun tetap terjaga, termasuk kebersihannya.

Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman menjelaskan, jenis pohon yang ditanam adalah pohon yang produktif dan dapat memperkuat infrastruktur serta bernilai ekonomi.

"Terutama dari buah atau daunnya. Jenis pohon antara lain durian, mangga, pete, jengkol, alpukat, nangka, rambutan, jambu, dan banyak lagi sehingga diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat setempat," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Sebagai informasi, Peringatan HAD ke-29 mengusung tema "Mengelola Air, Menjaga Kehidupan". Tema ini diadopsi dari tema internasional "Valuing Water".

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh Kementerian PUPR dengan mengusung tema tersebut. Pertama, Kementerian PUPR ingin mengingatkan akan pentingnya sumber daya air bagi kehidupan manusia.

Kedua, tema tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia pada masalah terkait sumber daya air yang tengah terjadi.

Seperti diketahui, saat ini, kebutuhan air terus meningkat, sedangkan kuantitas air semakin sedikit dan kualitasnya pun semakin menurun.

"Peringatan HAD ke-29 menjadi upaya bersama masyarakat di seluruh dunia untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya air bagi kehidupan. Selain itu, menyadarkan masyarakat untuk bekerja sama dalam melindungi sumber daya air," ujar Menteri Basuki.

Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab serta wajib memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air.

Ia melanjutkan bahwa lingkungan dan air yang tidak terawat bisa menjadi "musuh" bagi manusia. Sebaliknya, jika dirawat dengan baik, keduanya dapat menjadi "kawan" bagi semua."Beberapa kejadian banjir pada awal 2021, seperti di Pandeglang (Banten), Bekasi (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara, patut menjadi perhatian bersama," ujarnya. 

Dok. Kementerian PUPR()

Upaya menjaga sumber daya air

Penanaman pohon merupakan langkah nonstruktural yang dilakukan Kementerian PUPR dalam merawat lingkungan dan sumber daya air. Sementara, pendekatan struktural dilakukan dengan membangun infrastruktur, seperti bendungan dan normalisasi sungai.

Basuki menjelaskan, dalam mengelola potensi air di Indonesia yang cukup tinggi, yakni 2,7 triliun meter kubik (m3) per tahun, pemerintah membangun berbagai infrastruktur sumber daya air. Salah satunya, Bendungan Sindang Heula yang menjadi pusat pelaksanaan peringatan HAD ke-29.

Perlu diketahui, Bendungan Sindang Heula yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (4/3/2021) memiliki kapasitas 9,3 juta m3.

Bendungan tersebut diharapkan dapat memberi sejumlah manfaat irigasi terhadap 1.280 hektare (ha) sawah, air baku, pengendalian banjir, serta pembangkit listrik untuk wilayah Serang dan sekitarnya.

Upaya struktural dan nonstruktural harus berjalan beriringan. Berbagai fungsi utama infrastruktur menjadi prioritas, tetapi kondisi lingkungan sekitar dan kebersihannya harus tetap diperhatikan.

Selain penanaman pohon, pada peringatan HAD ke-29, Kementerian PUPR juga mengadakan valuing water campaign atau kampanye menghargai air di tingkat pusat.

Kampanye tersebut digaungkan Kementerian PUPR melalui spanduk, poster, website, dan lomba karya ilmiah remaja (KIR) tentang sumber daya air tingkat SMA atau SMK se-Indonesia.

Sementara untuk tingkat daerah, valuing water campaign dipublikasikan melalui balai-balai Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat peduli air, dan sekolah.

Adapun sejumlah lomba juga diadakan di tingkat daerah, di antaranya lomba KIR, membersihkan lingkungan, dan penyebaran bibit ikan.