Featured 

Seri Inovasi Air #1: Bola-bola Hitam

Share this article:

Pemerintah Kota Los Angeles, AS, menuangkan jutaan bola-bola hitam ke waduk penyimpanan air - (pic) havacuppahemlock1.blogspot.com Pemerintah Kota Los Angeles, AS, menuangkan jutaan bola-bola hitam ke waduk penyimpanan air - (pic) havacuppahemlock1.blogspot.com

Sesuai namanya, tulisan seri inovasi air perdana ini akan mengulas inovasi-inovasi yang terkait soal air, baik itu penanganan air bersih, produksi air bersih, pengolahan limbah, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan inovasi seru di sektor ini.

Meski menuai banyak diskusi, menurut data survey KemenPUPR nasional, kebutuhan air minum tiap orang di Indonesia rata-rata sebesar 141 liter setiap hari, sementara itu angka minimal kebutuhan air per orang per hari adalah 70 liter.

Dengan hitungan sederhana, misalnya kebutuhan per hari tiap orang ada 70 liter, kemudian dikalikan dengan jumlah penduduk DKI Jakarta, misalnya lagi, sebanyak 10 juta orang, maka diperlukan kapasitas produksi kurang lebih 700 juta liter per hari, yang harus memenuhi kebutuhan standar minum, makan, mandi, cuci-cuci, dan lain-lain. Lalu pertanyaan berikutnya apakah negara (melalui pemerintah daerah) sudah mampu memenuhi kebutuhan semua warga tersebut?

Tapi kita tidak akan membahas hitungan-hitungan tersebut kali ini, tapi dengan membayangkan hasil perhitungan rumit tersebut, semoga kita dapat membayangkan bagaimana efektivitas produksi dari proses yang efisien sangat dibutuhkan. Maklum, kebutuhan air mengalir setiap saat adalah kebutuhan paling mutlak dari setiap manusia. 

Pemandangan akhir dari waduk yang dipenuhi bola-bola HDPE berwarna hitam - (pic) havacuppahemlock1.blogspot.com

Lalu apa yang bola-bola hitam dapat lakukan?

Lebih dari 1 dekade yang lalu bentuk plastik yang terbuat dari plastik HDPE (High Density Polyethylene) mulai diproduksi, besarnya tidak lebih besar dari bola sepak. Kala itu fungsinya dipakai untuk otoritas bandara untuk menutupi waduk-waduk kecil di sekitar bandara. Dalam sebuah kolam atau waduk kecil, dituangkan beberapa ratus, atau ribuan, bola-bola berwarna pekat tersebut untuk menghalau burung agar tidak datang ke lokasi bandara, karena burung-burung tersebut dapat membahayakan penerbangan.

Terinspirasi dari fungsi bola-bola ini, Otoritas Departemen Air dan Energi Los Angeles menuangkan empat ratus ribu bola-bola hitam tersebut ke permukaan waduk penyimpanan air Ivanhoe, di Los Angeles. Pada tahun 2014-2015, Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency – EPA) menginstruksikan lembaga yang sama untuk melakukan penutupan permukaan waduk terbesar di Los Angeles, Las Virgenes, dengan metode yang sama. Sebanyak 96 juta bola-bola hitam dituangkan untuk melindungi waduk. Bola HDPE berwarna hitam tersebut ternyata mengandung zat karbon untuk menangkal radiasi ultraviolet yang dapat merusak plastik dan memperpendek umur penggunaannya. 

Apa fungsinya bagi waduk air?

Menurut para ahli, yang disampaikan oleh Sidney Chase, Direktur dan Pendiri Xavierc, perusahaan produsen bola-bola hitam tersebut, dalam suatu wawancara Bersama Bloomberg, menyampaikan bahwa fungsi yang utama adalah menangkal penguapan air yang mengakibatkan cadangan air semakin habis di musim panas. Dalam setahun para ahli untuk waduk di Los Angeles tersebut meyakini bola-bola hitam di Waduk Ivanhoe dapat mengurangi penguapan sebanyak 1.1 Miliar liter air per tahun. Jumlah yang sama untuk memenuhi kebutuhan air untuk 15.7 juta jiwa masyarakat Indonesia dalam sehari, sesuai data dari artikel KemenPUPR tersebut.

Kandungan karbon hitam pada bola-bola tersebut disinyalir dapat mencegah kehadiran Bromat dalam air. Seperti disinyalir para ahli, Bromat adalah salah satu zat karsinogenik (penyebab kanker) berbahaya dalam air yang muncul ketika ada kandungan klorin dan sinar matahari, untuk itu lah bola-bola hitam berfungsi, untuk mencegah sinar matahari masuk dan menginisiasi pembentukan Bromat. Pemblokiran sinar ultraviolet juga mencegah produk lainnya yang dihasilkan dari kehadiran sinar ultraviolet. Selain itu pertumbuhan alga dan lumut yang mengganggu juga dapat dicegah karena intensitas sinar matahari dapat dicegah masuk.

Ada keuntungan dari penggunaan metode ini, namun juga tidak sedikit yang menanyakan penggunaan air yang digunakan untuk memproduksi bola plastic tersebut. Namun produsen meyakinkan bahwa setelah umur penggunaannya habis, kurang lebih 10 tahun, bola-bola tersebut dapat didaur ulang kembali. Saat artikel ini ditulis, harga setiap unit bola tersebut sebesar 0.39 sen USD, atau sekitar 5.500 IDR (1 USD = 14.100 IDR). Silakan anda hitung sendiri total investasi untuk 96 juta bola-bola tersebut.

Bagaimana, apakah air yang keluar dari keran anda mengandung Bromat di atas ambang batas? Apakah penguapan air dari waduk penyimpanan air yang kita miliki sangat tinggi? Mungkin perlu kita pertimbangkan penggunaan inovasi ini.

Penulis: Aulia Rahman

Penyunting: Aulia Rahman

Sumber-sumber:

Share this article:

0
Pameran Air #1: Ganti Pipa Tanpa Bongkar.
USAID IUWASH PLUS Launches USAID and SECO Partners...

Providing you the latest news, insights, opportunities and events from the Indonesia water sector.

Indonesia Water Journal

Subscribe to our newsletter.